
Invalid Date
Dilihat 25 kali

JELAYAN – Pemerintah Desa Jelayan menggelar Musyawarah Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 sebagai forum untuk menetapkan arah pembangunan desa pada tahun mendatang. Musyawarah yang dihadiri unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga adat, PKK, Posyandu, Badan Keamanan Desa (BKD), tokoh masyarakat, serta perwakilan warga tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus penentuan skala prioritas pembangunan sesuai kemampuan keuangan desa.
Kepala Desa Jelayan, Gunawati, mengatakan penyusunan RKP Desa tahun 2027 menghadapi tantangan cukup besar karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, sebagian dana desa telah dialokasikan untuk program-program prioritas yang merupakan kebijakan pemerintah pusat, seperti Koperasi Desa (Kopdes) dan program ketahanan pangan, sehingga ruang fiskal desa semakin terbatas.
"Kebutuhan pembangunan di Desa Jelayan masih sangat banyak, tetapi kemampuan anggaran tidak lagi seluas tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, seluruh program harus diprioritaskan berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Gunawati dalam sambutannya.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam musyawarah tersebut adalah rencana pembangunan sumur bor beserta pengadaan sejumlah peralatan untuk mendukung operasional depot air minum desa. Program ini diproyeksikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa apabila dikelola secara optimal.
Selain itu, pemerintah desa juga memasukkan pengadaan genset sebagai salah satu prioritas guna mengantisipasi kebutuhan listrik saat terjadi pemadaman maupun keadaan darurat.
Persoalan air bersih sendiri menjadi isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam forum tersebut. Rendahnya debit air yang selama ini dialami masyarakat dinilai perlu segera ditangani melalui pembangunan infrastruktur pendukung.
Di sektor pendidikan dan pelayanan masyarakat, Pemerintah Desa Jelayan merencanakan pembangunan Gedung PAUD serta Gedung Serbaguna. Namun, rencana pembangunan PAUD masih terkendala ketersediaan lahan.
Pemerintah desa berencana memanfaatkan bangunan Posyandu lama sebagai lokasi sementara. Akan tetapi, bangunan tersebut memerlukan renovasi menyeluruh yang membutuhkan anggaran cukup besar sebelum dapat difungsikan sebagai sarana pendidikan anak usia dini.
Selain pembangunan fasilitas umum, pemerintah desa juga mulai menyusun rencana penataan Jalan Bukit Batu Menanti sebagai kawasan wisata pendakian. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan sektor pariwisata desa sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di masa mendatang.
"Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung setiap program pembangunan yang telah direncanakan. Dengan keterbatasan anggaran, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen desa," kata Gunawati.
Dalam musyawarah tersebut, peserta juga menyepakati pembentukan Tim Penyusun RKP Desa Tahun 2027.
Tim tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gunawati sebagai pembina, dengan Krismo, S.IP. selaku Ketua Tim. Pelaksanaan penyusunan akan melibatkan seluruh Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Urusan (Kaur) Pemerintah Desa, serta unsur masyarakat yang diwakili Sukmawati dari unsur perempuan dan Kanisius Yanto dari Lembaga Adat.
Pembentukan tim ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang partisipatif, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Mewakili Ketua BPD, Purwatiningsih menegaskan bahwa RKP Desa merupakan pedoman utama dalam menentukan prioritas pembangunan desa pada tahun berikutnya.
"Musyawarah ini bukan hanya menjadi agenda pemerintah desa, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan. Kami berharap seluruh warga dapat memberikan dukungan agar setiap program yang telah disepakati dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Pemerintah Desa juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh lembaga desa dan masyarakat untuk menyampaikan usulan pembangunan yang akan diprioritaskan dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027.
Dalam sesi diskusi, berbagai usulan disampaikan oleh masing-masing lembaga sesuai kebutuhan di lapangan.
Masyarakat mengusulkan pembangunan jalan rabat beton dan jalan usaha tani guna memperlancar akses transportasi serta mendukung aktivitas pertanian.
Dari unsur Lembaga Adat muncul usulan pengadaan berbagai perabotan serta lampu darurat (emergency) untuk menunjang kegiatan masyarakat.
Sementara itu, Posyandu mengusulkan perbaikan instalasi kelistrikan, penanganan persoalan air bersih, dan pengadaan sejumlah alat kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Tim Penggerak PKK mengusulkan pelaksanaan pelatihan keterampilan menjahit dan menganyam sebagai upaya meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonomi perempuan di Desa Jelayan.
Adapun Badan Keamanan Desa (BKD) mengusulkan pembangunan pos jaga, pengadaan dua unit dispenser air, perangkat komunikasi handy talky (HT), serta perbaikan penampungan air yang dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak mengingat kecilnya debit air yang tersedia bagi masyarakat.
Musyawarah Penyusunan RKP Desa Tahun 2027 berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh usulan yang disampaikan akan melalui proses verifikasi dan penyesuaian berdasarkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan keuangan desa.
Melalui proses perencanaan yang partisipatif ini, Pemerintah Desa Jelayan berharap pembangunan pada tahun 2027 dapat lebih tepat sasaran, menjawab kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh warga, berbagai tantangan keterbatasan anggaran diharapkan dapat dihadapi melalui semangat gotong royong dan komitmen bersama membangun Desa Jelayan yang lebih maju dan sejahtera.
Bagikan:

Desa Jelayan
Kecamatan Tumbang Titi
Kabupaten Ketapang
Provinsi Kalimantan Barat
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini